PATPI Tegaskan Komitmen Membangun Peradaban Teknologi Pangan Menuju Future and Healthy Food

Jakarta, 14 Juli 2026 – Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menyelenggarakan Seminar Nasional PATPI 2026 bertema “Membangun Peradaban Teknologi Pangan Menuju Future and Healthy Food” di Singosari Ballroom, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Seminar ini menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan para akademisi, regulator, pemerintah, industri pangan, organisasi profesi, media, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat arah pembangunan sistem pangan Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan keberlanjutan.
Sebagai organisasi profesi yang menaungi para ahli teknologi pangan Indonesia, PATPI memandang bahwa tantangan sistem pangan global—mulai dari perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, keterbatasan sumber daya, perubahan pola konsumsi, hingga meningkatnya beban penyakit terkait pangan—memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berbasis sains. Oleh karena itu, pembangunan sistem pangan masa depan harus mengedepankan keseimbangan antara aspek keamanan pangan, gizi, kesehatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, inovasi teknologi, serta daya saing industri nasional.
Ketua Umum PATPI, Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., menegaskan bahwa teknologi pangan memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan tersebut. Teknologi pangan bukan sekadar proses pengolahan pangan, tetapi merupakan ilmu yang mengintegrasikan keamanan pangan, gizi, kesehatan, inovasi, keberlanjutan, dan nilai tambah. PATPI berkomitmen untuk terus menjadi mitra ilmiah pemerintah, industri, dan masyarakat dalam merumuskan solusi berbasis bukti ilmiah bagi pembangunan sistem pangan Indonesia.
Seminar Nasional PATPI 2026 menghadirkan keynote speaker Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. dan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH. Diskusi juga diperkuat oleh para pakar pangan nasional, antara lain Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, Ph.D., Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S., Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., dan Ir. Adhi S. Lukman, yang membahas berbagai isu strategis mulai dari sistem pangan global, inovasi teknologi pangan, reformulasi produk, keamanan pangan, pangan bergizi, hingga perkembangan konsep Ultra-Processed Food (UPF) dalam konteks Indonesia. Moderator seminar tersebut adalah Prof.Dr.Ir. Eni Harmayani, M.Sc.; Prof. Ardiansyah, Ph.D.; dan Prof.Dr. Yuli Witono, S.TP.,MP.

Salah satu capaian penting seminar ini adalah disepakatinya Deklarasi 10 Komitmen Future and Healthy Food, yang menegaskan pentingnya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi kebijakan pangan nasional. Deklarasi tersebut mendorong pembangunan sistem pangan yang aman, bergizi, sehat, inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan; penguatan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal; peningkatan literasi pangan masyarakat; penyusunan regulasi berbasis scientific risk assessment; serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, organisasi profesi, media, dan masyarakat. Sepuluh poin deklarasi tersebut sebagai berikut:
- Menempatkan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama dalam setiap kebijakan pangan dan gizi di Indonesia.
- Mengembangkan sistem pangan yang aman, bergizi, sehat, terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
- Mengakui teknologi pangan dan gizi sebagai bagian dari solusi dalam memperkuat ketahanan dan keamanan pangan, meningkatkan kegunaan dan kualitas gizi, serta melindungi kesehatan masyarakat.
- Mendorong inovasi pangan dan gizi yang bertanggung jawab melalui pengembangan teknologi, reformulasi produk, fortifikasi, dan pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang bernilai tambah.
- Membangun literasi pangan masyarakat berdasarkan bukti ilmiah, sehingga pemahaman terhadap pangan berkembang secara objektif, proporsional, dan kontekstual.
- Mengembangkan kebijakan dan regulasi pangan yang berbasis scientific risk assessment, kualitas gizi, keamanan pangan, serta perkembangan ilmu pengetahuan.
- Mendorong kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, industri, organisasi profesi, media, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pangan yang menyehatkan dan berdaya
- Menghargai keberagaman sistem pangan, budaya, dan sumber daya hayati Indonesia sebagai modal utama menuju kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.
- Mendukung transformasi sistem pangan yang adaptif terhadap tantangan global melalui inovasi, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
- Berkomitmen untuk bersama-sama membangun Peradaban Teknologi Pangan dan Gizi Indonesia yang berlandaskan ilmu pengetahuan, berorientasi pada kesehatan masyarakat, serta berkontribusi bagi kesejahteraan bangsa dan kemanusiaan
Selain deklarasi tersebut, Seminar Nasional PATPI 2026 juga menghasilkan Policy Brief PATPI 2026 tentang Future and Healthy Food yang memuat rekomendasi ilmiah bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pangan nasional. Policy Brief ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan regulasi, komunikasi publik, inovasi industri, serta penguatan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

PATPI meyakini bahwa pembangunan sistem pangan Indonesia memerlukan kolaborasi yang semakin erat antara seluruh pemangku kepentingan. Melalui forum ilmiah seperti Seminar Nasional PATPI, organisasi ini akan terus menjalankan perannya sebagai wadah profesi yang menghasilkan rekomendasi berbasis bukti ilmiah, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mendorong inovasi teknologi pangan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan sistem pangan nasional yang tangguh, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Tentang PATPI
Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) merupakan organisasi profesi yang menghimpun para akademisi, peneliti, praktisi, regulator, dan profesional di bidang teknologi pangan. PATPI berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi pangan, meningkatkan kompetensi profesi, memperkuat kolaborasi nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi ilmiah bagi pembangunan sistem pangan Indonesia yang aman, bergizi, sehat, dan berkelanjutan.