PATPI Dorong Teknologi Pangan Perkuat Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Perubahan Iklim
Semarang, patpi.or.id – Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Harmoni Laut dan Darat: Integrasi Sistem Bahari dan Agraris untuk Pangan Berkelanjutan di Masa Depan yang diselenggarakan di Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang. Melalui materi bertajuk “Teknologi Pangan Sebagai Penggerak Sistem Pangan Terintegrasi dan Tangguh Iklim”, beliau menekankan pentingnya teknologi pangan dalam membangun sistem pangan nasional yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Prof. Giyatmi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi pangan yang melimpah, termasuk sorgum, hasil pertanian, dan perikanan. Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan berupa anomali iklim, meningkatnya suhu dan kelembapan, lemahnya rantai dingin, serta hambatan distribusi antar pulau yang menyebabkan tingginya kehilangan hasil dan susut pangan.
Sebagai solusi, PATPI menawarkan cetak biru platform pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi seperti pengeringan, pembekuan, fermentasi, ekstrusi, dan pengemasan cerdas untuk meningkatkan umur simpan, mutu, serta nilai tambah produk pangan. PATPI juga mengusulkan enam pilar penguatan kebijakan pangan, meliputi sistem berbasis data, atlas teknologi, klaster pengolahan darat-laut, penguatan UMKM, living laboratory, dan kebijakan berbasis kajian ilmiah.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Giyatmi menegaskan peran PATPI sebagai knowledge broker yang menjembatani akademisi, pemerintah, industri, serta masyarakat dalam menerjemahkan hasil riset menjadi kebijakan dan inovasi yang dapat diterapkan. Seminar ini menegaskan bahwa teknologi pangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan sistem pangan Indonesia yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.