Kongres PATPI 2026 Tetapkan Prof. Feri Kusnandar sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

Kongres dan Annual Meeting PATPI 2026 menandai estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat komitmen ahli teknologi pangan dalam menjawab tantangan pangan nasional.

Jakarta  |  15 September 2026  |  Kongres dan Annual Meeting PATPI 2026

JAKARTA – Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) menyelenggarakan Kongres dan Annual Meeting PATPI 2026 di Kampus Universitas Sahid, Jakarta, pada 15 September 2026. Forum empat tahunan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menetapkan arah pengembangan, dan melaksanakan estafet kepemimpinan PATPI periode 2026–2030.

Dalam kongres tersebut, Prof. Feri Kusnandar ditetapkan sebagai Ketua Umum PATPI periode 2026–2030. Ia melanjutkan kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., Ketua Umum PATPI periode 2022–2026. Kepemimpinan baru diharapkan menjaga kesinambungan program sekaligus memperluas kontribusi PATPI bagi pendidikan, riset, industri, pemerintah, masyarakat, dan pembangunan sistem pangan Indonesia.

“Pergantian kepengurusan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan keberlanjutan estafet pengabdian. PATPI harus semakin kuat sebagai rujukan ilmiah bagi masyarakat, pemerintah/regulator, dan industri,” kata Prof. Giyatmi.

Fondasi Kepengurusan PATPI 2022–2026

Selama empat tahun terakhir, PATPI memperkuat jaringan organisasi yang mencakup 32 cabang dan lebih dari 1.100 anggota aktif di seluruh Indonesia. Konsolidasi dilakukan melalui penyempurnaan tata kelola, pengembangan Sistem Informasi Anggota, dukungan terhadap kegiatan cabang, serta pemberian berbagai apresiasi organisasi.

Apresiasi tersebut meliputi PATPI Award bagi anggota dalam kategori Academic Achievement, Invensi dan Inovasi, serta Young Scientist; PATPI Cabang Award; dan Anugerah Produk Pangan Unggulan Mitra PATPI Cabang dalam kategori Inovatif, Keberlanjutan, dan Warisan Budaya. Program-program ini dirancang untuk menghidupkan peran cabang, mendorong prestasi anggota, dan memperkuat hubungan PATPI dengan pelaku usaha pangan di berbagai daerah.

Pada bidang keprofesian, PATPI mulai membangun fondasi uji kompetensi Sarjana Teknologi Pangan. Uji coba yang dilaksanakan pada 5 September 2026 diikuti oleh 228 mahasiswa dari 23 program studi Teknologi Pangan dan program studi sejenis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengakuan kompetensi lulusan dan meningkatkan kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan industri serta perkembangan sistem pangan.

PATPI juga berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, mendukung pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian, memperkuat mutu jurnal ilmiah, dan menyediakan ruang bagi generasi muda melalui kompetisi riset mahasiswa, pengembangan produk pangan, serta Food Quiz Bowl.

Riset Publikasi dan Jejaring Internasional

Di bidang riset dan publikasi, PATPI memfasilitasi kolaborasi penelitian, peningkatan mutu jurnal, seminar, konferensi, diskusi kelompok terarah, dan forum kebijakan. Diseminasi pengetahuan diperkuat melalui penerbitan Kamus Istilah Ilmu dan Teknologi Pangan, buku Perancangan Kurikulum OBE Bidang Ilmu dan Teknologi Pangan, serta peluncuran 15 judul buku karya anggota pada Annual Meeting PATPI 2026.

Jejaring nasional dan internasional dikembangkan melalui kemitraan dengan lembaga pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, asosiasi industri, UMKM, serta forum IUFoST, IAFoST, FIFSTA, dan Food Innovation Asia Conference. Keterlibatan tersebut diarahkan agar suara ahli teknologi pangan Indonesia semakin kuat dalam percakapan mengenai inovasi, regulasi, keamanan pangan, dan masa depan sistem pangan.

PATPI Hadir Menjawab Isu Pangan Nasional

Kongres menegaskan bahwa PATPI perlu hadir ketika bangsa membutuhkan dukungan ilmu dan teknologi pangan. Perhatian organisasi mencakup keamanan dan ketahanan pangan, diversifikasi pangan lokal, pangan fungsional, reformulasi produk, penguatan UMKM, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Prof. Giyatmi, penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis dalam skala besar membutuhkan kontribusi ahli teknologi pangan agar makanan yang disediakan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman, bermutu, konsisten, terjangkau, dan mampu membuka ruang bagi pemanfaatan pangan lokal serta keterlibatan UMKM.

PATPI juga mendorong pembahasan ultra-processed food secara jernih, proporsional, dan berbasis bukti. Tidak semua pangan yang mengalami pengolahan otomatis dapat dikategorikan buruk. Penilaian perlu mempertimbangkan komposisi dan nilai gizi, tingkat serta tujuan pengolahan, keamanan, porsi dan frekuensi konsumsi, serta pola makan secara keseluruhan.

Arah PATPI Periode 2026–2030

Kepada kepengurusan baru, Prof. Giyatmi menitipkan sejumlah agenda penting: memperkuat peran cabang, merangkul generasi muda, mempererat hubungan dengan perguruan tinggi dan pusat riset, membangun kemitraan dengan industri besar maupun UMKM, serta meningkatkan kiprah PATPI di tingkat ASEAN dan dunia. Kemitraan dengan pemerintah dan regulator juga perlu diperkuat dengan tetap menjaga independensi keilmuan organisasi.

Di bawah kepemimpinan Prof. Feri Kusnandar, PATPI diharapkan semakin inklusif, profesional, adaptif, berintegritas, dan berdampak. PATPI akan terus menjadi rumah bersama ahli teknologi pangan Indonesia, tempat ilmu pengetahuan bertemu dengan kebutuhan masyarakat dan memberi kontribusi nyata bagi masa depan pangan Indonesia.

Tentang PATPI

Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia merupakan organisasi profesi yang menghimpun para ahli, akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerhati ilmu serta teknologi pangan. PATPI berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, riset, kompetensi profesi, inovasi, kebijakan, keamanan pangan, dan penguatan jejaring nasional maupun internasional.